Shutter Island | Tahun: 2010 | Durasi: 148 Menit | Sutradara: Martin Scorsese | Produksi: Phoenix Pictures, Appian Way Productions, Sikelia Productions | Negara: Amerika Serikat | Pemeran: Leonardo DiCaprio, Mark Ruffalo, Ben Kingsley, Michelle Williams

 

“Better live as a monster, or die as a good man?”
“I choose live as a good man, Marshall.”

Berkunjung ke rumah sakit tentu sudah kerap kali kita lakukan apabila ada keluarga atau kerabat yang sedang dirawat. Namun bagaimana jika kita berkunjung ke rumah sakit jiwa di mana lokasinya terletak di suatu pulau sekaligus sebagai penjara bagi tahanan yang memiliki masalah mental? Tidak hanya berkunjung melainkan kita menyelidiki kasus apa yang terjadi di tempat itu, tentu tidak mudah seperti yang dibayangkan. Perasaan takut dan waspada pasti menyelimuti siapapun yang hendak melakukan hal tersebut. Kisah tersebut kemudian difilmkan dengan judul Shutter Island, di dalamnya berisi teka-teki yang membuat penontonnya perlu berkonsentrasi sejak awal karena mengandung multitafsir di akhir cerita.

Shutter Island berawal dari novel karya Dennis Lehane pada tahun 2003, kemudian diadaptasi menjadi sebuah film berjudul sama yang bergenre thriller pada tahun 2010 dengan disutradarai oleh Martin Scorsese. Menceritakan kisah seorang Marsekal US bernama Edward “Teddy” Daniels (Leonardo DiCaprio) bersama rekan barunya, Chuck Aule (Mark Ruffalo) pergi ke sebuah rumah sakit bernama Ashecliffe Hospital khusus tahanan yang mengalami sakit jiwa di Shutter Island yang berada di kawasan Boston Harbor.

Berlatar tahun 1954, Marsekal Teddy ditugaskan untuk menyelidiki kasus menghilangnya pasien bernama Rachel Solando. Menurut kepala psikiater setempat, Dr. Cawley (Ben Kingsley) Rachel menghilang dari sel tahanannya tanpa jejak. Diketahui Rachel merupakan janda perang yang ditahan karena menenggelamkan ketiga anaknya di danau samping rumahnya. Teddy mulai melakukan investigasi pada seluruh pegawai rumah sakit serta beberapa pasien yang mengenal Rachel. Teddy menghampiri kamar Rachel dan dia mendapatkan secarik kertas bertuliskan “The Law of 4 Who Is 67” membuat Teddy makin penasaran apa makna tulisan tersebut. Namun selama investigasi berlangsung Teddy merasa pegawai dan Dr. Cawley tidak bekerja sama dengan baik, bahkan keterangan rumah sakit tidak berhasil dia dapatkan. Diketahui juga dokter pribadi Rachel bernama Dr. Sheehan sedang pergi liburan setelah Rachel menghilang. Ashecliffe memiliki tiga bangsal, Bangsal A untuk laki-laki, Bangsal B untuk perempuan, Bangsal C untuk tahanan berbahaya. Teddy dilarang untuk memeriksa Bangsal C serta mercusuar untuk investigasi.

Marsekal Teddy mulai mengalami migrain dan bermimpi akan keterlibatannya dalam pembalasan pembebasan Dachau dan mimpi tentang istrinya, Dolores Chanal yang meninggal akibat kebakaran di apartemen yang dilakukan oleh Andrew Laeddis. Dolores sering muncul dalam mimpi Teddy dan memberi petunjuk dalam setiap investigasinya. Teddy menjelaskan kepada Chuck, bahwa menyelidiki Laeddis merupakan motif utama Teddy untuk menyelesaikan kasus ini. Kondisi pulau saat itu juga sedang diserang badai, membuat mereka tidak dapat pergi dalam waktu dekat.

Demi melancarkan investigasinya, Teddy memutuskan untuk memasuki Bangsal C dan di sana dia bertemu George Noyce, seorang pasien lain yang memberitahu bahwa Ashecliffe sedang melakukan eksperimen Lobotomi (memasukkan alat medis ke dalam rongga mata untuk memotong saraf di bagian depan otak) kepada pasien-pasien yang tidak dapat disembuhkan di mercusuar. Noyce juga menegaskan bahwa semua orang termasuk Chuck terlibat dalam permainan yang dirancang untuk Teddy.

Dalam perjalanannya menuju mercusuar, Teddy berada di tebing bersama Chuck tetapi dia tidak ingin ditemani oleh Chuck namun malangnya dia memilih jalan yang salah sehingga dia harus kembali dan ternyata Chuck sudah tidak ada di tempat yang sama. Teddy menuruni tebing, tapi dia malah menemukan Rachel Solando yang asli di dalam goa tebing. Rachel Solando memberi tahu bahwa Ashecliffe melakukan eksperimen obat psikotropika yang dimasukkan ke dalam setiap makanan, bahkan rokok guna untuk mengendalikan pikiran. Teddy kembali ke mercusuar dan mendapati Dr. Cawley dan Dr. Sheehan di sana. Sebenarnya fakta apakah yang harus diketahui Marsekal Teddy dan siapa sebenarnya psikiater-psikiater tersebut?

Shutter Island merupakan film petualangan investigasi dan misteri yang mengandung unsur romantisme. Diperlihatkan sudut seorang karakter marsekal yang bersifat keras kepala, egois, pemberani, namun memiliki kasih sayang. Seperti ketika penggambaran imajinasi Dolores Chanal istri dari Marsekal Teddy Daniels yang selalu muncul, terlihat betapa Teddy tidak dapat melupakan kenangan dan ingatan kepada istrinya yang meninggal akibat kebakaran itu. Bahkan ada penggambaran di mana mereka sedang berpelukan namun Dolores berubah menjadi abu. Mungkin memang kesan seperti itulah yang dirasakan seorang suami yang ditinggal istrinya secara tiba-tiba.

Sama halnya seperti penonton lain yang baru pertama kali menonton, saya sempat kebingungan untuk memahami alurnya serta tercengang ketika mendapat kejutan dari film ini. Shutter Island dirancang dengan suasana mencekam dan penuh teka-teki membuat penontonnya akan kebingungan apabila tidak menyimak dengan seksama. Sebab dialog antar karakter sangat penting dan konflik cerita disampaikan Martin Scorsese melalui dialog tersebut.

Alur ceritanya dibuat maju-mundur sebab permasalahan sang karakter utama memang berhubungan dengan masa lalu. Pengambilan gambar yang pergerakannya tidak terlalu cepat berbicara bahwa ini bukanlah film action melainkan drama sehingga penonton akan lebih dibuat mengikuti alurnya secara pelan-pelan tidak banyak shot yang membuat mata penonton harus melihat dari kiri hingga kanan layar agar tidak ketinggalan satu adegan pun. Kesan sound effect yang menebarkan mampu membuat saya ikut merasakan ketegangan seperti yang dirasakan Marsekal Teddy. Ending yang memang tidak straight dan multitafsir membuat penonton menebak-nebak seperti apa sebenarnya Shutter Island berakhir. Film besutan Martin Scorsese ini berhasil masuk dalam 10 film terbaik pada tahun 2010.

Leonardo DiCaprio yang memerankan Marsekal Teddy Daniels mengakui bahwa dia menutup diri dengan orang-orang terkasih demi mendalami karakter dan menyempurnakan metode aktingnya. Ben Kingsley yang memerankan Dr. Cawley tidak terhenti bermain dalam film bertemakan rumah sakit jiwa, empat tahun kemudian dia bermain dalam film bertemakan sama berjudul Stonehearst Asylum.

Tidak ada hal yang sempurna. Shutter Island pun memiliki adegan yang rasanya tidak masuk akal. Ketika Marsekal Teddy Daniels melihat ke bawah dari pinggir tebing bahwa Chuck Aule terbaring di batu karang, Teddy segera menuruni tebing yang amat tinggi dan curam dengan tangan kosong tanpa seutas tali ataupun alat pengaman dan dia berhasil turun dengan lancar. Setelah adegan Teddy bertemu Rachel Solando di goa, esok harinya Teddy naik ke atas tebing tinggi kembali tanpa suatu alat apapun. Mungkin dalam kehidupan nyata bisa saja tersangkut atau terpeleset kemudian jatuh ke bawah. Masih ada juga goofs lainnya, namun anda dapat temukan sendiri ketika menonton film ini.

Terlepas daripada itu, film ini mengajarkan kita untuk berani mengungkap suatu kebenaran sampai akhir meskipun situasi dan kondisi sangat tidak mendukung kita bahkan menjebak kita untuk hanyut dalam ketidakpastian. (Reza Suryanto)

RATING 8.5/10