Untitled-2 (1)
Source : Warner Bross

Awas, hati-hati ada spoilernya tipis-tipis

1. Bunuh diri bukan solusi
Nonton Dunkirk pas H+1 Chester Bennington meninggal karena bunuh diri bikin gw merasa film ini penuh dengan pesan anti-suicidal. Bahkan pesawat yang terbang di kejauhan aja gw analogikan sebagai “harapan” bagi mereka yang sudah terpuruk dan putus asa. Asli deh, cobain aja. Kalo lo masih enggak setuju sama gw setelah ngeliat scene “all we did was survive, and thats enough”, gw gatau lagi gimana caranya ngeyakinin lo.
Keputusan Warner Bross yang bekerjasama dengan Nolan adalah hal tepat. Nolan emang doyan banget ngulik karakter-karakter yang memiliki gangguan mental, bermasalah dan kehilangan orang yang dicintainya. Dan sekarang di Dunkirk doi mengeksplor karakter-karakter yang terkena dampak perang. Kayaknya hampir semua karakter di film ini traumatised karena perang, dan mereka punya caranya masing-masing untuk menghadapi trauma mereka. Tapi yang jelas sih bunuh diri enggak menyelesaikan masalah.

2. War is hell
Nah, pasti udah pada tau dong Dunkirk terinspirasi dari kejadian nyata? Dari trailernya juga udah ketauan ini film fix banget tentang perang. Tapi bukan dari perspektif yang heroik dan drama haru-biru kayak Saving Private Ryan atau Pearl Harbor atau Fury loh ya. War is hell, and thats what Dunkirk trying to tell. Nolan enggak butuh pertumpahan darah dimana-mana untuk bilang bahwa perang emang sehoror dan sehopeless itu. Cukup dengan satu frame dimana ada kaki tertimbun di pasir aja, or muka kalutnya Kenneth Branagh. Intinya, kalau boleh melesetin dari Melisandre sih ”The war is dark and full of terrors.”

3. Bantulah sesamamu manusia
Dunkirk terbagi atas tiga storylines, yaitu The Mole, The Sea and The Air. Perspektif the sea menceritakan perjalanan Mr.Dawson, seorang pemilik yacht, bersama Peter anaknya dan George temannya si Peter ke Dunkirk untuk menyelamatkan para tentara yang terdampar di sana. Ada banyak alasan kenapa Mr.Dawson dan rombongannya mendingan putar balik aja dan enggak usah ke Dunkirk, tapi niat mereka teguh dan akhirnya berhasil menyelesaikan misi mereka. Kalau ga ada Mr.Dawson mungkin akan lebih banyak nyawa yang melayang di tanah Dunkirk. This world needs more people like Mr.Dawson.

Untitled-1 (1)
Source : Warner Bross

4. Kalau lo bisa ngatur ekspresi muka lo sejago Kenneth Branagh, fix lo harus jadi aktor!
Wah kacau, performance Kenneth Branagh oke banget sih di sini. Yang lain juga oke, ya tapi gimana ya, gw gabisa enggak merhatiin si Branagh. Ragam ekspresi menatap-ke-kejauhannya Kenneth Branagh jadi imam gw selama nonton Dunkirk. Muka dia panik, gw panik. Muka dia seneng, gw seneng. Padahal gw kaga tau tuh apa yang sedang terjadi dan bakal terjadi, gw submissivenya doi pokonya. Kalo kalian bisa ngatur ekspresi muka kalian kayak dia, drop everything you’re doing and be an actor!

5. Ketampanan Harry Styles bersifat absolut
Sebelum nonton Dunkirk : “Iya, iya gw tau ada Haryy Styles. Iye dia ganteng. Kalem elah.”
Sesudah nonton Dunkirk : “Waduh titisan malaikat dari mana neh? Tetap tampan meski muka berlumuran solar.” Gw no-comment deh sama aktingnya doi, ini masalah selera aja.

6. Menahan boker membawa keberuntungan
Mengingat sampai akhir film, penonton tak pernah diberitahu apakah Tommy (Fionn Whitehead) berhasil boker atau tidak. Dan ditambah Tommy termasuk diantara rombongan yang berhasil keluar dari Dunkirk. Bisa kita tarik kesimpulan, mungkin menahan boker bisa membawa keberuntungan. Bayangkan saja bila si Tommy gegabah dan memaksakan diri untuk pup, mungkin dia sudah mati di medan perang.

Kalau ada yang belum nonton, coba aja nonton sendiri atau berdua juga boleh sih, ramean juga sok mangga. Tapi kalau masih ragu mau nonton apa enggak, yaelah Hoyteman kapan sih pernah bikin visual jelek, udah nonton aja lumayan cuci mata. Buat yang udah nonton, menurut kalian ada lagi enggak nih petuah hidup yang bisa kita petik dari film Dunkirk? (Bulan Tamara Horo)