Mengulik kehidupan pasangan muda dalam menjalankan kehidupan rumah tangga tentu bisa menjadi bahan obrolan yang menarik bagi pasangan muda yang akan, akan atau bahkan yang baru saja menikah. Film Buka’an 8 karya Angga Dwimas Sasongko ini pun cocok untuk mengetahui salah satu fase yang dijalani dalam kehidupan rumah tangga, menanti kelahiran anak pertama.

Buka’an 8 menceritakan tentang seorang laki-laki, Alam (Chicco Jerikho) yang menginginkan istrinya, Mia (Lala Karmela) melahirkan di rumah sakit mewah dengan pelayanan terbaik. Namun, untuk mewujudkan hal itu ada berbagai cobaan yang harus dialami Alam. Cobaan itu tersaji dalam setiap fase “Bukaan” yang dialami Mia. Perihal usaha, perjuangan, dan tanggung jawab diperlihatkan dalam setiap cobaan yang Alam lewati.

Apresiasi pertama tentu jatuh pada sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko yang mampu menyajikan Buka’an 8 ini dengan menarik. Akting Chicco Jerikho dan Lala Karmela pun berhasil membuat film ini menarik. Chicco berhasil menunjukan kemahiran beraktingnya dengan lihai mengolah emosi dengan sikap seriusnya, kegigihannya, keberanian hingga kekonyolannya dalam menghadapi cobaan yang dialaminya. Walaupun hal itu sebenarnnya sudah dibuktikan lewat film-film sebelumya, seperti Filosofi Kopi dan A Copy of My Mind.

Tak hanya Chicco, Lala Karmela yang memerankan tokoh Mia pun berhasil mencuri perhatian dengan kualitas aktingnya yang semakin baik. Meski pun ia banyak menghabiskan setiap adegan di kasur rumah sakit. Akan tetapi, mulai dari gesture, mimik wajah, hingga emosinya patut diacungi jempol.

Selain kedua tokoh tersebut, tokoh lainnya pun turut meramaikan konflik yang dialami Alam dan Mia. Tokoh Ambu (Sarah Sechan), Abah (Tyo Pakusadewo), dan Emi (Dayu Wijanto) memiliki peran penting bagi kedua tokoh utama. Tentu saja tak perlu diragukan lagi bagaimana seorang Tyo Pakusadewo dan Dayu Wijanto dalam berakting, serta bagaimana seorang Sarah Sechan berhasil mencairkan ketegangan dengan kekocakannya.

Film yang mengombinasikan antara drama dan komedi ini naskahnya ditulis oleh seorang yang berhasil membuat penonton bahagia ketika menonton film Jomblo dan Catatan Akhir Sekolah, dan yang membuat penonton menetaskan air mata dalam film Ayat-ayat Cinta, yaitu Salman Aristo.  Disajikan dengan apik, konsep cerita yang sederhana serta nilai kedekatan dengan kehidupan sehari-hari membuat Bukaan 8 mudah dicerna oleh penonton. Sehingga, sepanjang film penonton bisa memahami isi pesan dan menikmatinya dengan santai.

Satu hal yang kalian harus tau sebelum menonton film Buka’an 8. Film ini tak hanya sekedar drama atau komedi. FilmBuka’an 8 juga menyinggung hal-hal tentang politik yang sedang ramai diperbincangkan saat ini. Lalu, apa saja cobaan yang dialami Alam? Bagaimana Alam dan Mia menghadapi tokoh-tokoh lainnya? Dan apa saja hal-hal yang bisa kalian dapat di film Buka’an 8? Ayo ke bioskop, tonton filmnya dan jangan beranjak sampai credit title usai ditampilkan.

Sebelum kalian tonton, baca-baca dulu aja komentar dari anggota CC Fikom Unpad yang sudah menontonnya:

“With Bukaan 8, Angga D. Sasongko (again and again) that a feel-good, crowd pleaser movie can be both entertaining & profound at the same thing.” (Yesaya Ferdinand, Menteri Kajian Formasi Semangat)

Film ini dekat dengan kehidupanku sehingga aku menikmatinya tanpa banyak nyeletuk saat menontonnya. Kombinasi segala aspeknya sesuai takaran.” (Ni Kadek Diana Pramesti, Menteri Kerjasama dan Distribusi Barisan Senyum)

“Kisah cinta yang difilmkan secara unik, mengangkat konflik yang semua calon orang tua rasakan tapi jarang terlihat. Karakter Alam dan Mia serasi banget, yang sau heboh yang satu kalem.” (Reza Suryanto, Anggota CC Fikom Unpad 2015)