Banyak yang mengira The Shape of Water merupakan spin off dari Hellboy, yang menceritakan kisah Abe Sapien si amphibi sebagai sidekick Hellboy. Karakter amphibi dari kedua film tersebut memiliki ciri yang sama. Tetapi nyatanya, Del Toro menolak pernyataan bahwa The Shape of Water terhubung dengan Hellboy. Tak disangka, ternyata film ini mengantongi piala dari Academy Awards sebagai Best Picture dan berhasil mengantarkan Del Toro sebagai Best Director.

Del Toro memang suka menggabungkan unsur realita dengan fantasi. The Shape Of Water menceritakan seorang wanita bisu yang bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah lab . Ia jatuh cinta kepada monster air. Sebuah kisah cinta yang tidak biasa, namun sedikit mirip dengan kisah Beauty and The Beast. Mungkin Del Toro menekankan suatu pesan bahwa “cinta itu buta”.  Del Toro adalah pencerita visual yang dikenal cukup lihai. Craftmanship-nya yang luar biasa, membuat film ini wajib banget untuk ditonton. Akting Sally Hawkins sangat memuaskan. Berperan sebagai Elisa, ia berhasil memproyeksikan suatu emosi hanya dari bahasa tubuh dan ekspresi. Dan yang tidak kalah menariknya, latar suasana politik Perang Dingin menambah kesan dramatik di film ini.

Disaat yang sama menyandang status sebagai Best Picture, The Shape of Water malah menuai kontroversi. Film Del Toro ini diduga menjiplak sejumlah karya-karya lain. Salah satunya dengan film The Space Between Us (2015). Memang dari kedua film tersebut memiliki premis yang hampir sama. Pihak The Space Between Us telah mengkonfirmasi hal ini. Menurut mereka, kedua film tersebut memiliki identitas yang jauh berbeda dan tidak memiliki hal yang saling berkaitan. Pihak The Space Between Us sendiri merasa tidak dirugikan. Oleh karena itu,  kasus ini dinyatakan berakhir.

Namun baru-baru ini muncul permasalahan serupa, The Shape of Water dituduh telah melanggar hak cipta. Sang sutradara, Del Toro dan Fox Searchlight Pictures harus menghadapi tuntutan hukum dari putra penulis pemenang Pulitzer. Ia mengklaim bahwa The Shape of Water menyalin cerita yang serupa dengan cerita karangan ayahnya. Pria tersebut bernama David Zindel. ia mengatakan bahwa ayahnya, Paul Zindel, menulis sebuah cerita yang berjudul ‘Let Me Hear You Whisper’ di tahun 1969. Sinopsisnya pun serupa, tentang seorang wanita yang bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah laboratorium. Wanita itu tergila-gila pada makhluk air yang ditawan di sebuah tank kaca di laboratorium tersebut. Ketika wanita itu sadar bahwa pihak berwajib akan membunuh makhluk tersebut, dia berusaha untuk menyelamatkan nyawa sang makhluk. Wanita itu pun membawa makhluk air itu kabur. Wajar saja David Zindel menggugat, karena naskah Let Me Hear You Whisper sendiri sudah pernah ditayangkan di televisi sebanyak dua kali. Dan naskahnya juga sering dipentaskan dan diajarkan di beberapa sekolah.

Meski memiliki kesamaan yang mencolok di bagian cerita dan gambar, pihak Fox dan Del Toro sendiri tidak pernah merasa menjiplak cerita tersebut. Del Toro dengan penuh semangat akan membela karyanya di pengadilan nanti. Del Toro sangat terbuka untuk mendiskusikan ide cerita The Shape Of Water, seperti yang terjadi pada kasus sebelumnya, yaitu dengan pihak The Space Between Us. Kita sama – sama mengetahui bahwa Del Toro mempunyai banyak prestasi di industri film. Jadi, tidak mungkin dengan sengaja ia menjiplak karya orang lain. Doug Jones yang memerankan Amphibian Man pun menegaskan bahwa Del Toro tidak menjiplak karya lain. Del Toro saat ini sedang berusaha keras mempertahankan citra The Shape Of Water sebagai pemenang Best Picture di Academy Awards ke-90. Ia sungguh sangat mencintai karyanya, ia menghadapi segala cobaan walau harus sampai ke kursi pengadilan.

 

(Rizaldy Bagas)