Tokyo Story (1953) | Durasi: 136 Menit | Sutradara: Yosujiro Ozu | Pemain: Chishu Ryu, Chieko Higashiyama, Setsuko Hara, Haruko Sugimura, So Yamamura, Kyōko Kagawa.

 

Jepang bisa dibilang sebagai negara yang dunia perfilmannya maju. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya filmmaker hebat yang berasal dari Negeri Matahari Terbit tersebut. Contohnya, Akira Kurosawa, salah satu sutradara hebat Jepang yang terkenal dengan film-film samurainya dan banyak menginspirasi para sutradara di generasi berikutnya. Kemudian ada Yasujiro Ozu seorang sutradara Jepang yang tidak kalah penting pengaruhnya.

Pada kesempatan ini saya akan membahas sebuah Masterpiece sinema Jepang karya sutradara Yasujiro Ozu yang berjudul “Tokyo Story (Tōkyō Monogatari)”. Film yang dirilis pada tahun 1953 ini menurut banyak orang adalah “pintu gerbang” bagi orang-orang yang ingin mendalami karya-karya Yasujiro Ozu.

Film ini bercerita tentang sepasang suami-istri lanjut usia bernama Shukichi (Chishu Ryu) dan Tomi (Chieko Higashiyama) bersama anak bungsunya Kyoko (Kyoko Kagawa) melakukan perjalanan jauh ke Tokyo untuk bertemu dengan anak mereka yang lain yaitu Koichi (So Yamamura) dan Shige (Haruko Sugimura).  Sesampainya di Tokyo, Koichi dan Shige justru tidak sempat menemani mereka karena Koichi dan Shige sibuk dengan pekerjaannya. Alhasil, yang menemani Shukichi, Tomi dan Kyoko selama di Tokyo adalah Noriko (Setsuko Hara), istri dari anak ke 3 pasangan Tomi dan Shukichi yang tewas dalam perang 8 tahun silam.

Film ini memiliki cerita sederhana dan tempo yang cenderung lambat khas film-film Asia. Selain itu tokoh-tokoh dalam film ini pun terkesan apa adanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Yang paling menarik dari Tokyo Story sebenarnya adalah cerita dari film itu sendiri. Tokyo Story banyak menyoroti tentang masalah keluarga, tentang hubungan antara orang tua dan anak, ekspektasi yang tidak sesuai dengan realita, dan perkembangan zaman. Nuansa sepi dan minimalis dalam film ini tidak membuat Tokyo Story menjadi film yang hampa, berkat kepiawaian Ozu film ini sangatlah menguras emosi. Banyak sekali adegan-adegan dari film ini yang sangat memorable, contohnya adalah saat Tomi mengeluh tentang anak-anak mereka yang berubah lalu Shukichi menjawab “Children Don’t Live Up To Their Parents Expectation, Let’s Just Be Happy That They’re Better Than Most.”  Lalu ada juga adegan lainnya saat Kyoko bertanya kepada Noriko, kira-kira begini kalimatnya, “Isn’t Life Disappointing?”, lalu Noriko menjawab “ Yes. It is. Yang membuat adegan ini memorable bagi saya adalah ekspresi Noriko saat menjawab pertanyaan Kyoko. Wajah Noriko terlihat senyum, tetapi ia seperti menyembunyikan kesedihan di dalam dirinya. Setsuko Hara memang aktris luar biasa!

Tokyo Story adalah film yang sempurna dari segala aspek, mulai dari cerita sampai akting menurut saya semuanya sempurna. Ozu berhasil membuat cermin untuk kita semua. Setelah selesai menonton film ini, rasanya seperti Ozu sedang menceritakan kisah tetangganya kepada saya, lalu ia pergi meninggalkan saya dalam sebuah lamunan dan pertanyaan.

Satu lagi pendapat pribadi saya kenapa kalian harus menonton film-film karya Yasujiro Ozu. Saat menonton film-film karya beliau, saya seperti tidak menonton sebuah karya seni, melainkan saya seperti menonton kehidupan. Wajib nonton!

10/10

 

Faizal Agusdin