Produksi : Avex Asia | Negara : Taiwan | Produser : J.R Yang | Sutradara : Jay Chou | Penulis : Jay Chou | Pemain : Jay Chou,  Lun Mei-Kwei | Penghargaan : “Best Visual Effect” 44th Golden Horse Awards 2007, “Outstanding Taiwanese Movie of The Year” 44th Golden Horse Awards 2007, “Best Asian Film” 27th Hong Kong Film Awards 2008

 

Taiwan, dengan satu lagi mahakaryanya. Waktu SMA, gue sangat kepo-keponya dengan perfilman Taiwan. Awalnya pasti dari film sejuta umat, apalagi kalau bukan You Are The Apple of My Eye, yang berhasil bikin gue blushing-blushing tomat dan sadar kalau film Taiwan ternyata nggak main-main kerennya. Film produksi negeri kecil dengan Ibu Kota Taipei tersbeut mungkin sebanding dengan jagoan drama a.k.a Korea Selatan. Selain ceritanya yang kuat, karakter dan seluruh elemen dunia dalam ceritanya mateng banget sampe ninggalin kesan unik sehabis nonton. When does it happen? When you hear some things like phrase, dialogue or maybe the song then you suddenly go back to those worlds again. Setelahnya, gue memutuskan untuk nonton film Taiwan lagi dan lagi sampai ketemulah dengan Secret ini. Yang bikin gue semakin applause adalah si bapak korlap alias sutradaranya yang juga berperan sebagai pemeran utama, dan pemilik sah dari cerita.

Oke, ceritanya cukup ringan, tapi sesuai judulnya—Secret—film ini menyuguhkan banyak rahasia-rahasia dalam plotnya. Dengan latar belakang musik klasik, cerita diawali oleh seorang remaja SMA, Ye Xiang Lun (Jay Chou) yang menghadiri sekolah musik barunya, Tamkang, tak sengaja mendengar suara piano yang dimainkan oleh gadis misterius bernama Lu Xiao Yu (Lun Mei-Kwei) di ruang piano. Karena penasaran dengan melodi yang dimainkan, Xiang Lun bertanya kepada Xiao Yu. Namun, jawaban yang diberikannya hanyalah kata, “Rahasia!”. Rasa penasaran semakin menyelimuti Xiang Lun, dan semenjak itu banyak pertemuan-pertemuan mendadak lainnya antara mereka. Uniknya, dalam film ini pihak wanitalah yang memulai proses pendekatan. Kalo film Dilan 1990  bisa dibilang film dengan “kiat-kiat mendapatkan wanita”, gue bisa bilang film ini adalah “kiat-kiat wanita untuk mendapatkan lelaki” hehehe. Dogma bahwa lelaki harus make the first move kayaknya nggak berlaku di sini dan Xiao Yu—the mysterious girl—totally nailed it. Sejak awal Xiao Yu sudah membuat frist move dengan menjahili Xiang Lun, berbicara padanya ketika istirahat, dan melakukan hal-hal diluar dugaan lainnya. Alhasil, mereka jadi akrab. Merasa sudah dekat, Xiang Lun penasaran dong, ni cewek siapa, sih?  Setiap ditanya sesuatu, kok, jawabnya selalu “Rahasia!” hmmm, jadi begitu, ya? Apa kalo mau dapetin cowo harus bikin penasaran dulu?  Dan Mereka pun berhasil bikin gue mesem-mesem nyengir kuda dengan gaya kencannya yang sederhana. Sebagai anak kemaren sore, gue mungkin lebih sering liat mereka yang pacaran perginya ke mal, konser, nonton, dsb. Tapi yang sekedar makan es krim di pinggir laut nikmatin sore? Jarang banget… mungkin karena latar waktu film ini adalah tahun 1995, dan sudah beda zaman.

Seperti manusia pedekate kebanyakan, hidup mereka penuh dengan haha-hihi-hehe sampe akhirnya ada masalah klasik : Salah Paham! Dengan tanpa berfikir, Xiao Yu mengeluarkan jurus andalan remaja labil pada umumnya yaitu : Caaaw bos! Lari aja dulu biar dikejar! Tapi tampaknya udah dikejar pun Xiao Yu tetap sakit hati dan berakhir menghilang dari dunia Xiang Lun. Merasa sangat janggal akan menghilangnya  Xiao Yu yang sangat lama, Xiang Lun berusaha nyari ke rumahnya. Ketika sampai dan bertanya kepada ibunya Xiao Yu, ternyata doi sakit dan butuh istirahat. Oke fine, tenang dong Xiang Lun kalo doi-nya ada di rumah. Eh, tapi kok nggak muncul-muncul sampe berbulan-bulan. Galau dong. Selidik demi selidik, ada yang aneh. Si cewek ini ilangnya aneh. Gue pun sebagai penonton merasa dibodohi. Apa-apaan, nih, yang tadinya asik-asik santuy, nonton sambil tidur, kok gue tiba-tiba diajak mikir?

Xiao Yu, Lo siapa? Lo kemana? Lo ngapain? Bisa-bisanya lo ngilang?!?!?!

Dimulailah babak penuh “secret” yang dimaksud judul di atas. Seketika suasananya berubah jadi serba misterius. Teka teki muncul, alur maju mundur. Film ini kira-kira kayak You Are The Apple of My Eye campur Predestination campur horor-horor ala Jepang, nggak karuan! perasaan lo kayak diaduk-aduk.  Ditambah background musik klasik yang kalo didenger-denger hampir selalu ada di seriap scene bikin perasaan 10x lebih nyata sedihnya, dedegannya, horornya, bingungnya, senengnya. Perasaan gue doang atau emang Taiwan udah dengan trademark-nya kalo bikin soundtrack gila-gila semua? Sumpah enak-enak. Gara-gara film Taiwan gue jadi download lagu-lagu bahasa China, dong. Oke, lanjut ke topik pencarian Xiao Yu. Seketika, mood film berubah dari sweet abis jadi horor-horor misteri gimana gitu. Tapi Xiang Lun nggak menyerah buat cari Xiao Yu.  Apapun dia lakukan untuk menemukan orang yang sebenarnya sangat misterius itu. Dateng tiba-tiba, ilang tiba-tiba. Namun, semakin dicari keberadaannya, semakin banyak keanehan yang muncul. Semakin banyak juga fakta yang kurang bisa dicerna akal sehat. Film berubah jadi misterius abis. Level misteriusnya terakselerasi dengan ciamik kayak suara falsetnya Mariah Carey, makin lama makin tinggi. Sampe ending-nya yang….. duh, lo rasain sendiri deh.  Kayak permasalahan hidup lo tiba-tiba kelar semua. Ketemu sama Xiao Yu apa ngga? Liat sendiri! Film ini salah satu yang bikin gue sempet diem beberapa menit setelah berakhir. Gue masih nggak tau perasaan apa yang lagi gue rasain, dan sebagian diri gue ngerasa masih di dalem sana. Terlepas dari durasinya yang hampir 3 jam, I definitely couldn’t take my eyes away from the beginning. Lengket banget pergerakan plotnya.

Yah, terlepas dari perasaan gue yang merasa dipermainkan, sepertinya itu memang pesan terbesarnya. Film ini bercerita tentang sebuah takdir yang memang kadang suka lucu, aneh, misterius, bikin bingung, dan mind-blown, nggak ketebak abis. And that’s how it works. That’s how destiny works, forever it’s a secret. Dalam film ini kita belajar mengenai takdir seseorang, include all those confusion along the way, and destiny will find itself. Dalam dunia nyata, mungkin kita pernah bertemu dengan seseorang dan simply attached to them. Atau, pernah nggak lo ngerasa dunia sempit banget, sampe ketemu lagi ketemu lagi dengan seseorang, atau kenal dengan orang yang punya relasi ke dia, atau sodara lo ternyata se-temen SDnya, or whatever that keeps remind you to him/her, pernah? Atau, pernah nggak lo, nggak sengaja ketemu seseorang, kemudian dipertemukan lagi, dan dipertemukan terus tanpa sengaja, sangking ngerasa anehnya, mungkin bisa ngebuat kalian masuk On The Spot dalam “7 Pertemuan Aneh Umat Manusia”,

Pernah?

Believe me, that’s not a coincidence.

That’s a destiny.

Is it the good or the bad one?

That’s a Secret.

 

Tazkia Qalbi