Tucker and Dale vs Evil (2010) |  Durasi: 1 jam 29 menit |  Sutradara: Eli Craig |  Penulis Naskah: Eli Craig, Morgan Jurgenson |  Pemain: Alan Tudyk, Tyler Labine, Katrina Bowden, Jesse Moss

“Evil just messed with the wrong hillbillies”

Seperti judulnya, Tucker and Dale vs Evil memiliki fokus cerita pada Tucker dan Dale. Tucker (Alan Tudyk) merupakan sosok yang sangat percaya diri ketimbang Dale (Tyler Labine), keduanya adalah orang “ndeso” lugu yang tinggal digunung atau nama kerennya “hillbillies”. Konflik muncul ketika Tucker dan Dale sedang pergi liburan mengunjungi villa barunya dan bertemu sekelompok mahasiswa naïf nan judgemental yang berujung pada tragedi berdarah yang mengocok perut. Inti permasalahan dari film ini memang sangat simple yaitu kesalahpahaman, namun Eli Craig, sang sutradara mampu mengemas secara apik dan seimbang antara horror dan comedy.

Di awal cerita suasana horror terasa kental saat film ini menampilkan flashback pembunuhan diruangan gelap. Hingga pertemuan sekelompok remaja dengan dua orang gunung yang terlihat menyeramkan di tengah hutan. Kita seakan diajak menyelami dua sudut pandang antara bagaimana cara sekelompok mahasiswa yang curiga dan paranoid melihat Tucker dan Dale, lengkap dengan suasana horror dan perspektif Tucker & Dale yang kebingungan, lucu, sekaligus menarik simpati penonton. Karena Tucker dan Dale yang berpenampilan menyeramkan seperti pembunuh berantai, sebenarnya hanya dua orang sahabat yang ingin berlibur di kabin barunya berada pada waktu yang tidak tepat.

Pertumpahan darah dimulai ketika Allison (Katrina Bowden) salah satu cewek dari grup mahasiswa yang ingin berenang dan terpeleset di pinggir danau. Dale yang sedang memancing disekitar danau pun melihat dan segera bergegas menolongnya. Wrong man, wrong time, wrong place, sepertinya menggambarkan nasib kedua sahabat ini. Niat baik Tucker dan Dale malah diyakini sebuah tindakan penculikan oleh grup mahasiswa tersebut, sehingga mengantarkan grup mahasiswa tersebut untuk memutuskan memburu kedua “hillbillies” tersebut untuk menyelamatkan Allison.

Orang masuk dan terbunuh kedalam alat pemotong kayu, lari tertusuk pohon, tertimpa atap mungkin saat kalian mendengarnya seperti kejadian yang tragis dan juga konyol. Itulah nilai lebih dari film ini, bagaimana saya pribadi  bisa tertawa lepas melihat runtutan kematian. Juga dari segi penulisan naskahnya pun yang ditulis langsung oleh sutradaranya sangat saya sukai karena penokohan Tucker dan Dale sangat kuat juga keberhasilan aktornya memerankan kedua tokoh tersebut.

Secara pamor film ini kalah jauh jika dibandingkan dengan film-film jenis serupa seperti franchise Scary Movie misal. Mungkin tidak adil juga jika kedua film ini dibandingkan, karena Tucker and Dale vs Evil merupakan film independen. Disamping dari segi cerita, Scary Movie merupakan film parodi yang bertujuan mengolok-olok film aslinya sedangkan Tucker and Dale vs Evil adalah film komedi satir sarat akan pesan.

Keberhasilan Eli Craig mengemas klise-klise di film horror era 80-an serta 90-an menjadi sebuah komedi yang saya pribadi terpingkal-pingkal melihatnya. Mulai dari penampilan Tucker dan Dale seperti psikopat dalam film Friday 13th atau Wrong Turn, sekumpulan remaja yang didalamnya berisi anak-anak popular (atlet/ alpha male, cewek blonde), polisi yang bodoh, hingga kabin atau villa menjadi senjata Eli dalam menyutradarai sekaligus menulis film ini.

Film ini cocok dijadikan hiburan jika kalian ingin melihat kemasan komedi yang berbeda. Selain film ini sarat pesan moral jika dilihat dari ranah ilmu komunikasi bagaimana stereotip, miskomunikasi menjadi sumber masalah, Tucker and Dale vs Evil mengajak melihat kematian dari cara lain. Kematian merupakan bagian alami dari siklus kehidupan yang pasti akan terjadi. Terkadang kematian pun perlu ditertawakan ha-ha-ha.

Zaki Agung M