Personal Shopper (2016) Duration: 1 jam 45 menit | Director: Olivier Assayas | Writer: Olivier Assayas | Cast: Kristen Stewart, Lars Eidinger, Sigrid Bouaziz

 

“Lewis, is that you? Or is it just me?”

-Maureen (Personal Shopper)

 

Personal Shopper merupakan film yang mengeksplorasi rasa duka dengan cara yang unik. Di suatu saat kita merasa bahwa film ini adalah film hantu, dan suatu saat lagi bahwa film ini adalah film misteri. Pada akhirnya, kita semua tahu bahwa pada dasarnya film ini ingin menjelajah lebih jauh rasa duka yang kita alami.

Film yang disutradari oleh Olivier Assayas ini telah memenangkan Palme d’or Cannes 2016. Pada dasarnya, film ini menceritakan perjalanan Mauren untuk dapat berkomunikasi dengan saudara kembarnya, Lewis, yang telah mati. Mereka sama-sama mempunyai kemampuan untuk dapat berkomunikasi ke dunia spiritual. Mereka membuat kesepakatan bahwasanya salah satu saudaranya harus dapat mencari tanda saudaranya yang duluan mati. Oleh karena itu, Mauren mengambil pekerjaan sampingan, yaitu mengantarkan pakaian ataupun perhiasan mewah kepada artis prancis, Kyra.

Mental Health America (HMA), mengatakan bahwa :

“In our hearts, we all know that death is a part of life. In fact, death gives meaning to our existence because it reminds us how precious life is.”

Mauren percaya bahwa satu-satunya misinya adalah untuk mencari jejak yang ditinggalkan saudara kembarnya, Lewis. mauren percaya bahwa jejak saudaranya itu penting karena jejak itu memberikan bukti nyata bahwa dia hidup. Di film tersebut, kita tahu bahwa mauren tidak bisa mencari tanda keberadaan saudaranya. Ketidakmampuan tersebut menimbulkan duka yang besar. Duka bahwa mauren tidak dapat menepati janjinya.

Kita bisa melihat bagaimana film itu mencoba untuk melukiskan seseorang yang sedang mengalami duka. Mulai dari pembawaan karakter yang  santai dan terkesan tidak peduli, tapi didalamnya sebenarnya dia mencoba menyembunyikan perasaan tersebut. Kita juga bisa melihat betapa frustasinya dia setelah melihat kematian majikannya, apakah ini perbuatannya atau tidak. Semua ini pasti pernah kita rasakan. Kita mencoba menyembunyikan perasaan kita dan akhirnya membohongi diri kita

Semua hal itu mengarah kepada rasa bersalah. Dia mulai menyalahkan dirinya sendiri karena tidak dapat menjari jejak tersebut.  Pada saat itulah dia mulai kehilangan kendali akan pikirannya. Manakah yang nyata dan tidak. Semua itu tidak dapat dirasakannya akibat duka yang dialaminya. Megan Devine, seorang pengarang, mengatakan bahwa Kehilangan memori, kebingungan, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi atau fokus merupakan akibat dari rasa duka yang kita alami.

Oleh karena itu pada saat Mauren melihat Kyra sudah mati terbunuh, dia mulai menduga bahwa hantu sudah membunuhnya. Pada akhirnya, kita bisa lihat bahwa mantan pacar Kyra sendirilah yang sudah membunuhnya. Dia hanya menjebak Mauren karena perkataan Mauren saat bertemu dengannya di apartemen Kyra. Mauren berkata bahwa dia mempunyai kemampuan spiritual dan sedang mencari jejak saudara. Hal itulah yang dimanfaatkan oleh mantan pacarnya tersebut dengan mengirim SMS yang seakan-akan perkataan saudaranya sendiri. Olivier Assayas, sang sutradara bahkan mengatakan mengakui bahwa apa yang dialami mauren hanyalah imajinasinya saja. Dia berkata :

“When you lose someone who is dear to you, who is part of you, you live in this kind of limbo where you have not accepted the absence. You have not accepted the fact that the person is not here. We’ve all been through it in one way or another; you can call it ghosts, you can believe more or less. I believe less but I do believe. I believe in the milder, extremely modest version of communicating with the other world.”

Pada dasarnya, kita semua pernah mengalami duka, besar maupun kecil. Kita berduka ketika teman kita pindah ke kota lain. Kita berduka karena seseorang menyakiti kita. Akibatnya, kita mulai membalikkan realita bahwa semua hal itu tidak terjadi karena tidak tahan akibat sakit yang kita rasakan. Kita mulai menciptakan realita baru akan kejadian itu, menganggap apa yang kita inginkan semua menjadi kenyataan. Kita menjadi paranoid terhadap diri kita. Oleh karena itu, seseorang bisa datang kapan saja untuk memanfaatka sikap berkhayal kita. Sebab itu, hidup kita menjadi kacau.

Menurut saya, tentu awalnya film ini sulit dicerna karena beberapa scene-nya yang surreal. Namun hal itu diperlukan untuk menambah efek delusional yang dialami oleh Maureen. Satu hal yang membuat unik film ini adalah transisinya, dimana Olivier Assayas menggunakan Fade-in dan out per scene. Yang membuat unik adalah warna transisi tersebut, dimana dari Act 1 sampai Act 3, film ini menggunakan warna hitam sementara di Scene akhir menggunakan warna putih. Hal ini didasarkan atas filosofi warna tersebut, dimana hitam diartikan sebagai gelap atau jawaban dari film ini belum terjawab. Dan oleh itu warna putih menjadi simbol sudah terjawab dan solusi sudah didapatkan.

 

Zefanya Ferdinand Simon