Hugo (2011) | Duration: 2h 8m | Director: Martin Scorsese | Writer: John Logan | Cast: Ben Kingsley, Sacha Baron Cohen, Asa Butterfield, Ray Winstone

 

I’d imagine the whole world was one big machine. Machines never come with any extra parts, you know. They always come with the exact amount they need. So I figured, if the entire world was one big machine, I couldn’t be an extra part. I had to be here for some reason. And that means you have to be here for some reason, too.” — Hugo Cabret

Petikan kata tersebut di katakan oleh Hugo kepada Isabelle saat Isabelle mempertanyakan mengenai tujuan hidupnya. Hugo mengisyaratkan jika dunia merupakan suatu mesin besar dengan berbagai part yang mempunyai fungsinya masing-masing. Hugo merupakan film anak-anak yang memberikan cerita berpetualang yang tidak seperti biasanya. Begitu menonton film Hugo, kalian pasti langsung disuguhi oleh sinematografi yang ciamik ala-ala 30an dengan latar lokasi Paris. Such a mesmerizing view with a splendid story!

Hugo Cabret (Asa Butterfield) seorang yatim piatu yang tinggal di sebuah loteng dalam jam besar di atas stasiun kereta Paris harus berusaha bertahan hidup sendirian setelah ditinggal pamannya yang entah kemana. Ia bertahan hidup dengan cara mencuri dan menjaga jam agar tetap menyala seolah-olah pamannya masih ada karena jika tidak ia akan dibawa oleh Gustav sang penjaga stasiun ke panti asuhan. Selain menjaga jam, Hugo juga berusaha memecahkan teka-teki yang diwariskan oleh ayahnya yaitu Automaton seolah-olah robot tersebut merupakan petunjuk yang ditinggal ayahnya buat dia. Tetapi Automaton tidak berfungsi dengan baik karena ada beberapa komponen yang hilang, maka dari itu ia selalu datang ke toko mainan papa George dan mencuri beberapa komponen. Sayangnya hal itu ketahuan dan akibatnya buku catatan Ayahnya dimana didalam buku catatan tersebut berisi menganai infomrasi Automaton direbut. Petualangnnya mempertemukannya pada Isabelle (Chloe Moretz) seorang gadis unik serba ingin tahu anak baptis papa Geroge. Perkenalannya membawa dua anak ini menjadi sahabat yang saling membagi rahasia dan ternyata menjadi penghubung misteri Automaton dan masa lalu papa George yang sangat ingin dikuburnya dalam-dalam serta menguak siapa sebenarnya Papa George alias George Melies. Bersamanya Hugo akan semakin membuka alur-alur twist yang akan menguak kebenaran dan jati diri para tokohnya terlebih setelah automaton sudah kembali bekerja.

Film Hugo tidak hanya menyajikan petualangan seorang anak laki-laki yang berusaha mengejar obsesinya ataupun seperti film petualangan anak-anak lainnya. Film ini bahkan dapat membuat orang dewasa pun betah berlama-lama karena selain petualangan, ada rasa menegangkannya juga ada kisah romansa yang manis pada tokoh-tokoh lainnya bahkan film Hugo memberikan filosofi yang mungkin tidak terlintas didalam benak kalian.

Ada beberapa hal yang membuat kalian tidak ingin beranjak dari kursi. Yang pertama yaitu saat Hugo menangisi kesendiriannya, membandingkan dirinya dengan sebuah mesin raksasa dimana ia adalah komponen didalamnya yang ia yakini ia bukanlah suku cadang tambahan melainkan ada tujuan atas eksistensinya di dunia ini. Disini membuktikan bahwa Hugo bukanlah sekedar petualangan anak-anak seperti tipikal kebanyakan. Yang kedua, misteri yang berada didalam Hugo akan mengajak kalian kedalam masa kelam papa George saat Perang Dunia I dimana saat itu ia masih menjadi seorang pesulap. Kalian juga akan mengetahui sejarah mengenai asal mula bioskop yang dikemas sangat menarik dan brilian oleh Scorsese dengan penggunaan efek 3D yang sangat maksimal di film Hugo ini.