Bad Genius (2017) | Duration: 2h 10m | DirectorNattawut Poonpiriya | Writer: Nattawut Poonpiriya, Tanida Hantaweewatana, Vasudhorn Piyaromna | CastChutimon Chuengcharoensukying, Chanon Santinatornkul, Teeradon Supapunpinyo, Eisaya Hosuwan | Country: Thailand

 

Datang dari produser yang sebelumnya pernah memproduksi ‘Pee Mak’, dan ‘I Fine.. Thank You and Love You’, saya sempat berpikir bahwa Bad Genius akan menjadi film yang sejenis dengan kedua film sebelumnya dan hype yang beredar ada hanya karena rasa suka beberapa orang terhadap film Thailand. Namun saya salah besar, Bad Genius memang pantas untuk mendapatkan semua perhatian di dunia ini.

Bad Genius berpusat pada kehidupan Lynn, seorang anak guru jenius, yang mendapatkan kesempatan untuk pindah dengan keuntungan beasiswa di salah satu SMA bergengsi di Thailand yang lingkungannya di dominasi oleh anak-anak dari keluarga yang berkecukupan. Di sekolah barunya, Lynn berteman baik dengan Grace, seorang siswi yang aktif di berbagai organisasi sekolah namun buruk secara akademis. Suatu hari, Grace meminta tolong Lynn untuk membantu nya mengajarkan soal latihan yang diberikan oleh guru nya pada sesi les privat yang ternyata merupakan soal ujian yang sebenarnya.

Mulanya membantu teman, lalu membantu kekasih temannya, lalu teman kekasihnya teman, kemudian teman nya teman kekasihnya teman. Saya jadi bingung. Gampangnya, Lynn yang awalnya hanya membantu, sekarang malah membuka bisnis menyontek dikarenakan kalau buka warung nasi gila di Thailand gak laku. Jayus banget, tolong jangan gebuk saya. Bisnis Lynn pun terus berkembang hingga akhirnya Lynn ditawari untuk mengerjakan STIC, tes berstandar Internasional dengan iming-iming keuntungan sebesar jutaan Baht. Lynn pun mengajak Bank, seorang anak beasiswa jenius yang juga berasal dari keluarga kurang berada untuk membantunya melancarkan tugas nya. Lynn dan Bank harus terbang ke Australia agar dapat mengerjakan ujian terlebih dahulu sebelum Thailand dan mengirim jawaban yang nantinya akan dibagikan kepada para kliennya.

Film ini memang bukan lah film Hollywood, bukan datang dari sutradara-sutradara ternama, bukan pula tontonan yang berat. Justru itulah kehebatan dari Bad Genius. Mas Nat (panggilan untuk Nattawut Poonpiriya) (loh kok akrab) berhasil menghasilkan film yang ringan dan menyenangkan untuk di tonton tapi disaat yang sama berkualitas dalam berbagai aspek. Semua orang dapat menikmati film ini tanpa ada pertanyaan di tengah film “Itu maksudnya apa sih?” atau pernyataan “Udah ah, film nya gak jelas”.

Isu sosial yang diangkat pun sangat universal, yaitu sistem pendidikan, yang tidak dibicarakan banyak orang. Sekolah yang masih menerima uang suap dari orang tua, guru-guru yang mengadakan sesi les privat dengan memberikan soal dan jawaban untuk ulangannya, kegiatan menyontek, dan lainnya. Bad Genius berhasil mengemas sebuah cerita fiksi terasa seperti nyata, banyak peristiwa di dalam film tersebut yang kita pernah saksikan, dengar, lewati, dan alami di kehidupan nyata.

Tidak lupa juga menyebutkan cara Lyn berbagi contekan yang menurut saya ciamik abis, Mas Nat membuat menyontek seperti sebuah seni. Adegan demi adegan akan menemani kalian terus sepanjang film ini, gak akan ada acara nguap menguap karena bosan atau buka handphone di sela-sela film karena film ini seperti menuntut perhatian kalian sepanjang cerita dan kalian gak akan bisa mengelak tuntutan tersebut. Gak heran film ini suskes dalam skala nasional maupun internasional, sampai dinobatkan sebagai film paling sukses sepanjang sejarah Thailand. Serius ini mah wajib banget di tonton, bukan tipu daya ala-ala selebgram lagi paid promote.

 

Shara Octaviani