Bincang Santai bersama Andibachtiar Yusuf

Setelah cukup lama menghilang tanpa jejak, kita semua harus menyiapkan diri karena yang dicari-cari sebentar lagi akan menampakkan dirinya. Arini, alias Arini Kusuma, alias Arini Chaniago.

Setelah sukses menyabet berbagai penghargaan untuk film Love for Sale (2018), sang sutradara, Andibachtiar Yusuf atau yang akrab disapa Ucup, agaknya sudah tak sabar untuk menyajikan pada penonton kelanjutan kisah cinta yang horror Arini-Richard.

Tapi tunggu dulu.

Kalau kita lihat official teaser Love for Sale 2, posisi Richard ternyata sudah tergantikan oleh aktor Adipati Dolken, yang langsung disambut heboh netizen pada kolom komentar Instagram @loveforsalefilm saat pertama kali teaser-nya muncul. Sepertinya, Love for Sale 2 akan lebih horror dari yang pertama.

Kombi Visinema Community. (foto oleh: Intan K. S.)

Malam itu, pada 14 September 2019, telah terparkir kombi Visinema Community di Area Parkir Motor Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Bekerjasama dengan CC Fikom Unpad, Visinema Pictures memulai roadtrip-nya pertama kali di Jatinangor untuk mempromosikan film-film terbaru mereka.

Sambil berduduk santai, Ucup yang hadir di antara kurang lebih 100 pengunjung, menceritakan proses kreatif pembuatan film Love for Sale, seberapa penting film tersebut, sampai pendapatnya mengenai sutradara yang baik.

Kautzar Dhali sebagai moderator (kiri) dan Andi Bachtiar Yusuf (kanan). (foto oleh: Raihan Gustari)

Love for Sale bagi Ucup ternyata menjadi cerita yang sangat personal. Selain karena cerita sudah dipendam sejak 2009, Ucup merasa ceritanya ini relatable dengan teman-teman yang seumuran dengannya, yang memiliki masalah asmara. Dengan cerita ini, Ucup juga memiliki peluang untuk bisa menceritakan cerita keluarga orang-orang di sekelilingnya dengan universe yang lain.

Ia selalu merasa untuk membuat film-filmnya sederhana dan komunikatif, karena ia adalah lulusan Jurnalistik Fikom Unpad. Ketika ditanya oleh salah satu pengunjung bagaimana caranya menjadi sutradara yang baik, ia mengutip kalimat Dony Kusen, bahwa sutradara yang baik itu lahir, sama seperti pemain bola. Sekolah yang merapihkannya. Menurut Ucup, film adalah pekerjaan seni yang memakai insting 20-30 persen dan sisanya adalah perencanaan. Sutradara yang baik harus mempunyai hal itu ketika produksi.

Seberapa pentingkah Love for Sale 2 harus ada? Ternyata dalam film yang akan tayang akhir Oktober ini, Ucup ingin menjelaskan seperti apa sebenarnya Arini. Menurutnya, dalam film tersebut, Arini lebih “manusia”.

Mungkin banyak penonton yang sebenarnya tidak terima dengan kepergian Arini di ending film. Selain menggantungkan Richard, penonton juga ikut merasa seperti digantung.

“Bukan digantung, memang sudah habis. Kontraknya habis, Arini pergi. Itu seperti kehidupan aja, contoh hari ini kita ketemu, mungkin sampai 200 tahun lagi nggak akan pernah ketemu. Hidup memang begitu. Hidup tidak seindah film-film Hollywood yang semua jagoannya menang.” Ujar Ucup dengan gayanya yang santai.

(Medkominfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *