#SENOPATI Friend Zone: Penantian dan Hubungan yang Menggantung

Friend Zone (2017) | Director: Chayanop Boonprakob | Writer: Chayanop Boonprakob, Pattaranad Bhiboonsawade, Thodsapon Thiptinnakorn | Cast: Nine Naphat, Baifern Pimchanok

Kita semua tahu bahwa Thailand adalah produsen film-film romantic comedy (romcom) berkualitas. Konsep romansa yang unik dipadukan dengan komedi nan absurd telah membentuk identitas genreromcom asal Thailand. Salah satu nama yang patut diperhatikan adalah Chayanop Boonprakob. Karya-karyanya sebelumnya dapat dikatakan sukses dengan mengikuti formula tersebut, sebut saja Suckseed (2011) dan May Who (2015).

Suckseed berkonsep persaingan remaja dalam meraih cinta lewat kompetisi band. Sedangkan May Who mengisahkan romansa seorang gadis yang mampu mengalirkan listrik tegangan tinggi lewat tubuhnya yang dipadukan dengan konsep anime. Kini, ia kembali hadir dengan mengangkat fenomena friendzone (yang merupakan judul filmnya juga).

Film Friend Zone mengisahkan Palm yang menyukai Gink, sahabatnya, sejak SMA tetapi terjebak friendzone hingga 10 tahun lamanya. Dalam rentang waktu tersebut, Palm tetap berada di samping Gink sebagai sahabatnya yang selalu siap sedia kapanpun Gink butuh bantuan, terutama ketika ia disakiti lelaki. Bukannya kapok dan berbalik menyukai Palm, Gink malah ingin melanjutkan hubungannya ke jenjang yang lebih serius dengan seorang produser musik bernama Ted.

Friend Zone mengawali filmnya dengan opening scene yang seru dan mendebarkan. Dari situ, kita langsung bisa merasakan kedekatan Palm dan Gink sebagai seorang sahabat, serta mengetahui latar belakang kenapa mereka berdua tidak dapat bersama dan terhalang oleh garis batas bernama friendzone. Selanjutnya, kita akan diperkenalkan kepada karakter-karakter baru dan alur maju-mundur yang menceritakan perkembangan hubungan keduanya selama 10 tahun ke depan.

Bila dibandingkan karya-karya Chayanob sebelumnya, Friend Zone menghadirkan kisah cinta yang lebih kompleks dan dewasa sekalipun mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat kini. Isu yang diangkat juga lebih berat mulai dari perselingkuhan, seks, hingga sifat posesif. Hal itu berakibat pada tingkat relevansifilm ini pada penonton. Karakter-karakternya terasa jauh dan kisah percintaannya terasa tidak nyata, sulit terjadi pada hidup kebanyakan orang saat ini.

Untungnya, komedi-komedi yang dihadirkan dapat menolong penonton untuk tetap menikmati filmnya. Begitu segar dan menyenangkan. Lawakan-lawakan yang dilontarkan dapat memancing tawa penonton sekalipun emosi karakter yang dibawa sedang sedih ataupun marah. Sayangnya, ini berakibat pula pada tempo pada akhir babak kedua ketika cerita mulai fokus ke bagian romansa dan drama dengan lebih intens sehingga minim lawakan yang dilontarkan. Pace film mulai menurun dan butuh upaya lebih untuk mulai nyaman menikmati babak terakhir film.

Sekalipun komedi menjadi faktor penting, nyawa sebenarnya film ini ada pada penampilan dua aktor utama yaitu Nine Naphat dan Baifern Pimchanok. Kita dapat dibuat gemas dengan kelakuan Pimchanok sebagai Gink yang labil, lucu, dan kadang menyebalkan dengan sifatnya yang posesif dan seenaknya sendiri. Sedangkan, penampilan Naphat sebagai Palm benar-benar solid sebagai sosok sahabat yang berusaha kuat dengan penantiaan mati-matian sekalipun berujung digantung habis-habisan.

Chemistry keduanya yang solid mampu membuat kita memahami ikatan sahabat di antara mereka, menertawakan kelakuan mereka, hingga akhirnya merefleksikan pada diri kita sendiri. Sekalipun ceritanya terasa jauh, para penonton akan tetap dapat bercermin mengenai hubungan lewat film ini. “Beranikah kita melewati batas bernama teman dan menanggung segala resikonya?” seperti itulah kira-kira.

Friend Zone adalah film yang mungkin tidak selalu relevan dengan semua penontonnya, tetapi ia tetap menyenangkan untuk diikuti dan dinikmati bersama. Mungkin juga, film ini bisa jadi inspirasi bagi kamu untuk mulai berani mendapatkan kepastian atau tetap bertahan di zona teman. Bagi kamu? Iya, kamu!

Penulis: Mufti

Penyunting: Arvin Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *