#SENOPATI Linda Linda Linda : Sajian Drama Remaja yang Manis

Linda Linda Linda (2005) | Director: Nobuhiro Yamashita | Writer : Kosuke Mukai | Cast: Bae Doona, Aki Maeda, Yu Kashii, Shiori Sekine | Japan | 114 Min

Belakangan ini jiwa punk-rock saya kembali bermekaran. Band-band punk-rock seperti The Clash, Ramones, hingga Buzzcocks kembali masuk ke dalam daftar putar saya. Ketika mendengar band-band yang saya sebutkan di atas, saya jadi sedikit bernostalgia dengan masa-masa ketika saya masih duduk di bangku sekolah. Saat saya masih SMA, kegiatan sehari-hari saya kebanyakan hanya berputar pada: pulang sekolah, nongkrong bentar, masuk kamar, dan menyetel repertoar dari band-band punk melalui speaker laptop Logitech saya.

Malam itu saya sedang iseng mendengarkan album self titled dari The Blue Hearts, legenda punk-rock asal Jepang yang beken namanya pada tahun 80-an. Saya memutar album yang berdurasi sekitar setengah jam itu melalui platform streaming musik digital. Sampai akhirnya saya tiba di penghujung album dan masuklah ke lagu penutup yaitu Linda Linda. Mendengarkan Linda Linda otomatis saya langsung ingat kepada salah satu film yang dulu pernah saya tonton. Dengan memakai judul lagu yang sama dari band The Blue Hearts, film tersebut berjudul Linda Linda Linda. Setelah lagu selesai, saya pun langsung mencari-cari film tersebut di internet, dan akhirnya saya pun menemukannya.

Linda Linda Linda bercerita tentang sebuah band sekolah menengah atas yang terpaksa harus ditinggal oleh dua personilnya. Mereka harus mencari seorang vokalis baru, karena festival seni di sekolahnya akan segera dimulai dalam waktu 3 hari. Akhirnya mereka memilih vokalis baru secara spontan dan yang terpilih adalah Son (diperankan oleh Bae Doona), seorang siswi pertukaran pelajar asal Korea Selatan.

Linda Linda Linda adalah salah satu film drama remaja favorit saya. Sebenarnya saya sudah menonton film ini sejak dulu, ketika saya masih SMA dan ini adalah kali kedua saya menonton. Feel yang saya dapatkan ketika menonton film ini justru sangat berbeda dengan apa yang saya rasakan ketika SMA. Setelah film ini selesai, seketika saya langsung tersenyum dan bernostalgia. Persahabatan yang erat, kehadiran teman baru, kisah cinta malu-malu kucing, sampai musik punk, semuanya ada dalam film Linda Linda Linda.

Film ini memiliki cerita yang ringan dan sederhana. Intinya, film ini bercerita tentang sekumpulan siswi SMA yang ingin tampil di festival seni sekolah. Bukan maksud merendahkan, tapi ini hanya festival seni sekolah! Bukan festival-festival musik besar seperti Fuji Rock Festival atau Summersonic. Linda Linda Linda juga banyak memperlihatkan semangat pantang menyerah dari empat siswi SMA ini, karena perjuangan mereka untuk tampil tidaklah mudah. Mereka harus melewati banyak masa sulit seperti saat Son yang bahasa Jepangnya masih belum lancar, menginap di sekolah, kurang tidur, sampai kehujanan saat akan berangkat manggung.

Linda Linda Linda seperti memilih jalan yang berbeda dari film remaja kebanyakan. Film ini justru memiliki pace yang agak lambat. Dengan pace yang lambat, bukan berarti film ini menjadi tontonan yang membosankan. Linda Linda Linda mempunyai cerita yang ringan dan tidak ribet, sehingga menjadikannya menarik untuk ditonton sampai habis.

Akting dari Bae Doona sebagai Son di sini patut diacungi jempol. Bae Doona saat memerankan tokoh Son sebenarnya sudah menginjak usia dewasa, yaitu 26 tahun! Tetapi entah kenapa di film ini Bae Doona masih bisa terlihat seperti anak SMA. Akting kikuknya juga terkadang dapat mengundang gelak tawa, contohnya adalah ketika Son berdebat dengan resepsionis karaoke karena tidak ingin memesan minum. Pokoknya akting dari Bae Doona membuat film ini menjadi semakin hidup.

Musik adalah hal yang tidak dipisahkan dari film ini. Lagu yang dimainkan oleh band Paran Maum (band Son dkk) adalah lagu dari band The Blue Hearts. Sementara scoring dari film ini dikerjakan dengan baik oleh James Iha, gitaris dari band Smashing Pumpkins. Scoring dari James Iha sangat cocok dengan visual dari film Linda  Linda Linda.

Akhir kata, Linda Linda Linda adalah sebuah sajian drama remaja yang manis. Film ini bagaikan musik pop-punk yang punya semangat berapi-api dan naif di waktu yang bersamaan. Niscaya, Linda Linda Linda akan membuat kamu bernostalgia dengan masa-masa SMA yang indah.

Penulis: Faizal Agusdin

Penyunting: Quraish Setyaki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *