Eggnoid: Meninggalkan dan Ditinggalkan

Film Eggnoid merupakan rilisan kedua Visinema Pictures yang bekerjasama dengan Line Webtoon Indonesia. Cerita milik Archie The Redcat ini telah dibaca 4,3 juta orang, mendapatkan penilaian sebesar 9,75 dan disukai 18,5 juta orang pada Line Webtoon Indonesia. Karena itu, tidak heran kalau Visinema tertarik buat memfilmkan Webtoon Eggnoid.

Film ini bercerita tentang manusia yang keluar dari sebuah telur dan mempunyai tugas untuk menjaga dan menjadi teman dari manusia yang kesepian. Eggnoid bercerita tentang Eggy (Morgan) dan Ran (Sheila), perjalanan hidup manusia yang terus bertumbuh. Awal mereka bertemu, Eggy adalah sahabat terbaik buat Ran, kehadiran Eggy membuat Ran yang awalnya hidup penuh kesedihan, berubah jadi perempuan yang ceria dan bahagia.

Mungkin pertanyaan yang akan sering muncul sebelum menonton Film Eggnoid adalah “apa ceritanya sama persis seperti yang di webtoon atau enggak ya?”. Jawabannya adalah ENGGAK. Seperti yang dilansir dari medcom.id “Buat yang bingung kenapa ceritanya enggak persis 100 persen sama, itu karena saya memberi kebebasan untuk Visinema, tim kreatif dan sutradara untuk menerjemahkan Eggnoid ke bahasa mereka sendiri. Webtoon Eggnoid sudah empat season. Jadi, mustahil empat season dirangkum dijadiin satu movie tanpa ada detail yang ketinggalan” Ujar Archie The Red Cat.

Ran dan Eggy (Sumber: Dok. Film Eggnoid)

Dari omongan Archie tersebut, kita bisa lihat di film memang Ran dan Eggy diceritakan lebih tua dengan Ran yang sudah duduk di perguruan tinggi dan Eggy yang menjadi pegawai di salah satu toko es krim. Lalu muncul karakter baru yang bernama Aji (Kevin Julio) untuk menguji hubungan Ran dan Eggy. Tapi sayangnya, karakter Aji belum kuat karena tidak ada gangguan yang benar-benar mengancam hubungan Ran dan Eggy. Jadi tanpa Aji pun, cerita masih bisa berjalan dengan lancar.

Akting Morgan dan Sheila di film ini menurut saya begitu total, saya bisa melihat karakter Eggy yang lugu dan karakter Ran yang tomboy tapi tetap manis. Chemistry mereka juga sangat pas dan bisa membuat saya merasakan cinta di antara mereka berdua. Art-nya pun keren dan bisa memanjakan mata dengan set yang colorful dan menggambarkan karakter Eggy dan Ran. Terutama set rooftop, dari rooftop yang kosong jadi meriah dan asik untuk tempat main Eggy dan Ran.

Visual effects yang hadir cukup bagus untuk standar film Indonesia meskipun masih kelihatan sedikit kasar. Tapi yang penting, penempatan visual effects ini sesuai dengan porsinya. Lalu menurut saya, pengambilan gambar di film ini layaknya seperti film-film komersil pada umumnya, tidak ada yang spesial.

Ran (Sumber: Dok. Film Eggnoid)

Poin penting yang saya dapatkan dari Film Eggnoid ini cobalah kalian menjadi Eggnoid untuk orang-orang yang ada di sekitar kalian yang merasa sendiri atau sedang down. Karena jika kalian menjadi Eggnoid dengan hanya mendengarkan atau sekadar menemani untuk makan, sudah bisa banyak membantu untuk orang itu bangkit lagi. Lalu untuk orang-orang yang merasa kesepian dan down seperti Kirana, nikmatilah waktu-waktu bersama Eggnoid untuk bangkit, namun ikhlaskan ketika Eggnoid memang harus pergi. Walaupun Eggnoid telah pergi, tetaplah bersemangat dan jangan kembali ke masa kelam karena memang hidup ini tentang meninggalkan dan ditinggalkan.  

Penulis: Rayhan Renaldi

Penyunting: Della Meydi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *